Belajar dari Kekalahan, Menimbang Ulang Strategi Perlawanan

Dalam halaman awal If We Burn, Vincent Bevins mengajukan pertanyaan besarnya: “Bagaimana mungkin begitu banyak gerakan protes massa justru menghasilkan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang mereka tuntut?” (Bevins, 2023, hlm. 3). Pertanyaan tersebut berangkat dari analisisnya terhadap gelombang demonstrasi pada medio 2010-an di berbagai negara seperti Mesir, Brasil, Turki, dan Hong Kong, yang justru…

Read More

Refleksi di Hari Kelahiran Pancasila Harusnya Mengingatkan Kita Tujuan Hidup Bersama, Bukan Malah Omon-Omon Antek Asing

“Ini selalu yang diharapkan oleh bangsa-bangsa asing. […] Ratusan tahun mereka datang, ratusan tahun mereka adu domba kita, sampai sekarang. Dengan uang, mereka membiayai LSM-LSM untuk mengadu domba kita. Mereka katanya penegak demokrasi, HAM, kebebasan pers, padahal itu adalah versi mereka sendiri.” Kata-kata di atas adalah sepenggal kalimat yang disampaikan Prabowo dalam memperingati Hari Kelahiran…

Read More

27 Tahun Reformasi: Reformasi Gagal, Iya! Tapi Kenapa? Lalu, Apa?

Narasi tentang kegagalan reformasi, kebangkitan kembali Orde Baru, dan memburuknya demokrasi Indonesia kembali bergema di berbagai ruang diskusi dan aksi gerakan rakyat sepanjang bulan Mei ini. Narasi ini tentu tidak muncul tanpa sebab. Ia lahir dari evaluasi atas capaian reformasi 1998 yang direfleksikan dalam konteks kondisi sosial-politik hari ini. Sebagai pengingat, berikut adalah tujuh tuntutan…

Read More

Setelah 27 Tahun Reformasi, Kita Butuh Partai Gerakan Rakyat!

Otoritarianisme Runtuh, Tapi Kapitalisme Tetap Berkuasa Reformasi 1998 merupakan momen penting dalam sejarah politik Indonesia. Ia menandai berakhirnya rezim otoriter Orde Baru. Namun, setelah 27 tahun berlalu, semakin jelas bahwa reformasi hanya berhasil menjatuhkan sosok—Soeharto—bukan sistem. Fondasi ekonomi-politik yang menopang kediktatoran tetap utuh, bahkan semakin menguat. Memang, demokrasi prosedural dibuka. Pemilu multipartai, kebebasan pers, dan…

Read More

Tiga Dekade Liberalisasi Pendidikan, Menjamurnya Kampus Swasta, hingga Matinya Kebebasan Akademik

Pasca krisis moneter 1998 dan gelombang protes rakyat Indonesia mengakhiri kekuasaan tunggal Soeharto selama 32 tahun lamanya. Dengan begitu dimulailah era baru bernama Reformasi. Agenda reformasi mendorong tata kelola negara lebih demokratis yang menghargai Hak Asasi Manusia (HAM) dan mensejahterakan kelas pekerja menjadi parameter keberhasilan cita-cita reformasi yang digagas dua dekade silam. Bukan tanpa dasar,…

Read More

May Day 2025: Satu Mimpi, Satu Barisan, Menyemai Harapan

“Mayday atau hari buruh bagi kami organisasi yang tergabung di Gebrak adalah hari momentum perjuangan kaum buruh, itu harus selalu kita gelorakan.[…] Tidak ada cukup alasan untuk rakyat yang merasakan kebijakan buruk dan perlakuan represif dari negara selama ini untuk kemudian berdekatan dan bersatu padu dengan kekuasaan yang menindas. Justru rakyat harus membangun persatuan nasional…

Read More

Masihkah “Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami?”

Perdebatan penting atau tidaknya sebuah negara berdaulat dalam era disrupsi teknologi menyeruak setidaknya 10 tahun terakhir. Kondisi terbalik ternyata hidup pada gagasan politik 10 tahun terakhir pula. Kemunculan populisme berwatak konservatif menjadi wajah baru politik di Indonesia, bahkan dunia. Keberadaan negara yang kerap dipandang tidak kompatibel dengan kewajiban rakyat membayar pajak ditengah situasi sulitnya ekonomi…

Read More
camo

Langkah Pasti Militer Mencengkeram Indonesia

Pemerintahan Prabowo-Gibran sudah melampaui hari ke-100 nya. Sederet permasalahan pun bermunculan. Mulai dari menggemuknya jumlah kabinet, gas LPG 3 Kg yang langka, Dosen ASN Kemendikti Saintek yang tunjangan kinerjanya belum dibayarkan, ASN Kemendikti Saintek melakukan demonstrasi karena kelakuan materinya, kriminalisasi rakyat Rempang, carut marut pagar laut, pemangkasan APBN yang berujung pemecatan pegawai di beberapa instansi,…

Read More
Back To Top