Setelah 27 Tahun Reformasi, Kita Butuh Partai Gerakan Rakyat!

Otoritarianisme Runtuh, Tapi Kapitalisme Tetap Berkuasa Reformasi 1998 merupakan momen penting dalam sejarah politik Indonesia. Ia menandai berakhirnya rezim otoriter Orde Baru. Namun, setelah 27 tahun berlalu, semakin jelas bahwa reformasi hanya berhasil menjatuhkan sosok—Soeharto—bukan sistem. Fondasi ekonomi-politik yang menopang kediktatoran tetap utuh, bahkan semakin menguat. Memang, demokrasi prosedural dibuka. Pemilu multipartai, kebebasan pers, dan…

Read More

Pernyataan Sikap GEBRAK: Mengecam Tindakan Represif Aparat dan Kriminalisasi terhadap Mahasiswa dalam AksiPeringatan 27 Tahun Reformasi

Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani aksi damai peringatan 27 tahun reformasi yang digelar mahasiswa Trisakti pada Selasa, 21 Mei 2025 di depan Balai Kota DKI Jakarta. Aksi yang dilakukan untuk memperingati 27 tahun reformasi dan mengenang gugurnya empat mahasiswa Universitas Trisakti dalam perjuangan reformasi 1998 justru berujung…

Read More

Kronologis Penangkapan Sewenang-wenang terhadap Masyarakat Adat Sangaji di Halmahera Timur

Sebanyak 11 orang Masyarakat Adat Sangaji ditangkap secara sewenang-wenang oleh aparat gabungan saat melakukan aksi damai menolak operasi tambang nikel milik PT. Position, anak perusahaan dari Harum Energi, yang beroperasi di atas tanah adat mereka. Penangkapan ini terjadi pada Minggu, 18 Mei 2025, di lokasi konsesi perusahaan yang sejak lama dipersoalkan warga karena mengancam ruang…

Read More

Tiga Dekade Liberalisasi Pendidikan, Menjamurnya Kampus Swasta, hingga Matinya Kebebasan Akademik

Pasca krisis moneter 1998 dan gelombang protes rakyat Indonesia mengakhiri kekuasaan tunggal Soeharto selama 32 tahun lamanya. Dengan begitu dimulailah era baru bernama Reformasi. Agenda reformasi mendorong tata kelola negara lebih demokratis yang menghargai Hak Asasi Manusia (HAM) dan mensejahterakan kelas pekerja menjadi parameter keberhasilan cita-cita reformasi yang digagas dua dekade silam. Bukan tanpa dasar,…

Read More

May Day 2025: Satu Mimpi, Satu Barisan, Menyemai Harapan

“Mayday atau hari buruh bagi kami organisasi yang tergabung di Gebrak adalah hari momentum perjuangan kaum buruh, itu harus selalu kita gelorakan.[…] Tidak ada cukup alasan untuk rakyat yang merasakan kebijakan buruk dan perlakuan represif dari negara selama ini untuk kemudian berdekatan dan bersatu padu dengan kekuasaan yang menindas. Justru rakyat harus membangun persatuan nasional…

Read More

KAKSBG & GPS: Segera Adili Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak Disabilitas di Manado

Seorang anak perempuan (17 tahun) disabilitas intelektual menjadi korban kekerasan seksual (persetubuhan) yang dilakukan oleh terduga pelaku MB. Karena keterbatasan mengingat dan traumatis, korban tidak begitu mengingat kapan dan di mana kekerasan seksual yang dialaminya secara pasti. Berdasarkan keterangan dari keluarga, kemungkinan kejadian pada November 2023 lalu. Kejadian kekerasan seksual mulai terbongkar pada Maret 2024,…

Read More

Masihkah “Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami?”

Perdebatan penting atau tidaknya sebuah negara berdaulat dalam era disrupsi teknologi menyeruak setidaknya 10 tahun terakhir. Kondisi terbalik ternyata hidup pada gagasan politik 10 tahun terakhir pula. Kemunculan populisme berwatak konservatif menjadi wajah baru politik di Indonesia, bahkan dunia. Keberadaan negara yang kerap dipandang tidak kompatibel dengan kewajiban rakyat membayar pajak ditengah situasi sulitnya ekonomi…

Read More
camo

Langkah Pasti Militer Mencengkeram Indonesia

Pemerintahan Prabowo-Gibran sudah melampaui hari ke-100 nya. Sederet permasalahan pun bermunculan. Mulai dari menggemuknya jumlah kabinet, gas LPG 3 Kg yang langka, Dosen ASN Kemendikti Saintek yang tunjangan kinerjanya belum dibayarkan, ASN Kemendikti Saintek melakukan demonstrasi karena kelakuan materinya, kriminalisasi rakyat Rempang, carut marut pagar laut, pemangkasan APBN yang berujung pemecatan pegawai di beberapa instansi,…

Read More
Back To Top