Ratusan Massa GEBRAK Gelar Aksi di Kedubes AS untuk Solidaritas Terhadap Venezuela

Jakarta—Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Selasa (6/1/2026). Mereka datang dari berbagai unsur: mahasiswa, buruh, kelompok perempuan, dan organisasi masyarakat sipil, untuk menyuarakan solidaritas terhadap Venezuela.

Massa mulai berkumpul sejak sekitar pukul 13.00 WIB di area IRTI Monas. Setelah itu, mereka melakukan long march menuju Kedubes AS sambil membawa spanduk, poster, dan menyerukan berbagai tuntutan.

Dalam aksinya, peserta menilai Amerika Serikat melakukan intervensi militer, blokade terhadap Venezuela, dan penculikan terhadap presiden Maduro. Aksi tersebut telah menimbulkan korban jiwa dan tidak menghormati kedaulatan negara Venezuela dan menginjak-injak hukum internasional.

Dalam rilis yang dibagikan kepada media, GEBRAK menyebut serangan militer Amerika Serikat terjadi pada Sabtu (3/1) dini hari di beberapa wilayah Venezuela, termasuk Caracas, El Higuerote, Miranda, La Guaira, dan Aragua. Serangan itu, diikuti dengan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.

Sedikitnya 53 warga Venezuela dan 27 warga Kuba tewas, serta menuduh AS melakukan “pembajakan” kapal di Laut Karibia dan penyitaan tanker minyak. Seluruh aksi itu, dilakukan dengan dalih pemberantasan narkotika.

Pemerintah Amerika Serikat, dalam narasi yang disampaikan para pengunjuk rasa, juga disebut memberlakukan blokade minyak total terhadap Venezuela. Kebijakan tersebut mereka nilai sebagai bentuk tekanan ekonomi yang melanggar kedaulatan dan hukum internasional.

GEBRAK juga menyoroti dampak blokade dan perang terhadap perempuan. Mereka menilai akses terhadap pangan dan layanan kesehatan semakin terbatas, beban kerja domestik meningkat, dan risiko kekerasan seksual serta kemiskinan struktural makin tinggi.

“Mentalitas perang dan militerisme menormalisasi kekerasan dan dominasi,” demikian bunyi pernyataan mereka.

Dalam aksi tersebut, GEBRAK menyampaikan empat tuntutan utama:

Menolak intervensi militer terhadap Venezuela;

Mendesak pembebasan Presiden Maduro;

Mengakhiri embargo ekonomi Amerika Serikat;

Menghentikan segala bentuk kerja sama yang dianggap memperkuat intervensi.

Para pengunjuk rasa menilai tindakan Amerika Serikat bertentangan dengan Piagam PBB, khususnya Pasal 2 ayat (4) yang melarang penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan negara lain.

Aksi masih berlangsung dengan orasi-orasi dari para pengunjuk rasa. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat belum memberikan keterangan atas aksi tersebut.

Penulis: Beni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top